Puisi : Jarak



Ya,
aku tahu.
kalau sudah jaraknya beratus kilometer  itu,
itu maknanya jarak itu sangatlah jauh,
jauh,
sungguh jauh,
bagaikan jauhnya selatan menuju utara.

Ya,
aku tahu,
kalau sudah jaraknya beratus kilometer itu,
itu maknanya sangat jauh,
dan;
tak akan nampak orang disana oleh orang disini,
jadinya jelas kita saling buta dalam situasi ini,
ya,
kita buta kerana mata terlindung dek jarak sejauh itu.

Ya.
aku tahu,
kalau sudah jaraknya beratus kilometer itu,
itu maknanya perlukan perjalanan yang panjang untuk ke situ,
dan;
agak mustahil untukku tujui tanpa ada tunjuk arah kesitu,
namun,
aku tidak takut untuk bermusafir pada jarak itu,
kerana bagi aku,
lingkungan yang dekat itu,
belum pasti menjanjikan bahagia.

Ya,
jika diizinkan Tuhan,
aku akan merantau ke sana,
merentas jarak beratus kilometer itu,
maka,
tunggulah aku wahai orang disana.

Puisi : Coklat



Aku tahu kau menyukainya,
Aku tahu kau menggemarinya,
dan; Aku tahu kau menggilainya.

Justeru,
Seringku ku titipkan keping-kepingnya kepadamu,
dan; bersama itu aku harapkan,
“Seperti mana coklat itu cair di mulutmu,
seperti itulah aku mahu hatimu cair untukku...”

Puisi : Bintang


Saat ku merenung ke langit,

Kulihat banyak sinar berkerdip,

Susunannya membentuk pelbagai posisi juga formasi,

Seakan juga bintang itu mahu membentuk susunan aksara yang terteranya namaku dan namamu,

dan; Itu membuatku tersenyum sendiri...



Aku mendongak lagi memandang langit,

Tapi kali ini pandanganku beralih ke sisi yang lain,

Iaitu ke sisi yang mana taburan bintang melimpah banyak,

dan; Ini memberi induksi kepada mindaku untuk berbicara sepi mengingatimu...



dan



Andai saja bicara itu bisa ku zahir menjadi suara,

Akan ku hela nafas untukku lafaz sebaris kata  kepadamu,

“Sebanyak mana bintang di langit itu, sebanyak itulah aku merinduimu...”.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...